MEDAN ,5 Oktober 2026 — Dalam momentum Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Ikhlas (PETIA) menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghormatan atas dedikasi dan perjuangan TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagi dunia pendidikan, semangat perjuangan TNI bukan hanya dimaknai melalui aspek pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga sebagai nilai keteladanan dalam membangun generasi bangsa yang disiplin, berintegritas, bertanggung jawab, berani dan mencintai tanah air.
Ketua Yayasan PETIA Rules Gaja, S.Kom, bersama Sekretaris Jonni Kenro, S.Pd dan Bendahara Suranta Sembiring menyampaikan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sinergi antara pertahanan, pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
“Pendidikan adalah bagian penting dari perjuangan bangsa. Dengan pendidikan yang baik, kita mencetak generasi berilmu, berakhlak dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.”
Pendidikan sebagai Benteng Perjuangan Bangsa
Perjuangan mempertahankan Indonesia tidak berhenti pada perjuangan fisik. Di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial dan tantangan global, perjuangan juga berlangsung di ruang pendidikan.
Sekolah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan dan keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, etika dan kepedulian sosial.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang dikembangkan Yayasan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Ikhlas (PETIA) melalui semangat:
“Mencetak Generasi Berilmu, Berakhlak, Bermartabat bagi Umat dan Bangsa.”
Pendidikan harus menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman, menghormati hukum, menjunjung persatuan serta membangun kemampuan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Perjuangan TNI dan Perjuangan Dunia Pendidikan
TNI memiliki tugas strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negara. Sementara dunia pendidikan memiliki perjuangan jangka panjang dalam mempersiapkan manusia Indonesia yang mampu melanjutkan pembangunan bangsa.
Keduanya memiliki titik temu pada satu tujuan besar: Indonesia yang kuat, maju, berdaulat dan bermartabat.
Generasi muda perlu memahami bahwa perjuangan tidak selalu diwujudkan dengan mengangkat senjata. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati orang tua dan guru, berprestasi, bekerja dengan jujur serta mengabdikan ilmu kepada masyarakat juga merupakan bentuk perjuangan.
Editorial: Jangan Pernah Kehilangan Semangat Kebangsaan
Hari TNI hendaknya menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, pendidikan karakter semakin penting.
Generasi muda harus dibekali kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan salah, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menggunakan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan mencerdaskan.
Bangsa yang kuat membutuhkan pertahanan yang kuat, tetapi pertahanan yang kuat juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Karena itu, investasi terbesar Indonesia sesungguhnya adalah investasi pada manusia melalui pendidikan.
PETIA memandang bahwa perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan bagian dari amanat kebangsaan yang harus dilakukan secara konsisten. Pendidikan harus terus berkembang, terbuka terhadap kemajuan teknologi, namun tetap berpegang pada nilai moral, akhlak dan budaya bangsa.
Selamat Hari TNI 5 Oktober 2026
Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Ikhlas (PETIA) mengucapkan:
“SELAMAT HARI TNI
5 OKTOBER 2026”
TNI Profesional, Responsif, Modern dan Tangguh untuk Indonesia Maju.
Semoga TNI senantiasa menjadi kekuatan pertahanan negara yang profesional dan dicintai rakyat, serta terus bersama seluruh komponen bangsa menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Ikhlas (PETIA):
Rules Gaja, S.Kom — Ketua Yayasan
Jonni Kenro, S.Pd — Sekretaris
Suranta Sembiring — Bendahara
🌐 Website resmi: www.yayasanpetia.web.id

0 Komentar